Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

7 Fakta Olah Raga Mengejutkan ini Patut Diketahui

Apakah kita harus memulai hari baru dengan olah raga berat? Apakah dengan rutin ke tempat fitnes jadi jaminan tubuh lebih sehat? Tahukah Anda peregangan berlebih sebelum memulai jogging ternyata malah berdampak buruk?

Semua pertanyaan di atas akan terjawab dengan menyimak 7 fakta mengejutkan tentang olah raga berikut ini.


1. Pergi ke gym percuma jika terlalu banyak duduk
 

steadyhealth.com

Anda berpikir pergi ke gym akan akan mengatasi segala kemungkinan terkena penyakit bagi Anda yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja? Coba pikirkan lagi. Menurut sejumlah penelitian, duduk terlalu lalu dapat menyebabkan Anda pada resiko terkena penyakit berbahaya seperti sakit jantung dan diabetes, meskipun secara fisik Anda aktif.

Meskipun Anda berolah raga di gym selama sejam tiap hari, coba pikirkan apa yang Anda lakukan selama 23 jam. Penting bagi Anda untuk lebih aktif bergerak sepanjang hari dengan beragam cara yang Anda bisa lakukan; bahkan kegiatan sepele yang rutin Anda lakukan dapat memberikan dampak bagi kesehatan Anda.



2. Fitnes bukan jaminan jadi kurus

Banyak orang menjadikan fitnes sebagai metode utama untuk mengatur berat badan, namun sejumlah penelitian menunjukan fitnes, jika tidak dikombinasikan dengan perubahan pola makan, memiliki dampak yang kecil kepada penurunan berat badan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di 'The British Journal of Sports Medicine' menemukan bahwa sekelompok orang yang mengalami obesitas menyelesaikan 12 pekan untuk latihan kardio tanpa melakukan diet, sebagian besar dari mereka tidak mengalami penurunan berat badan yang berarti. Namun perlu diingat, meskipun fitnes tidak berujung pada penurunan berat badan, fitnes masih memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan Anda.



3.  Peregangan sebelum berlari dapat menurunkan daya tahan


Banyak dari kita dianjurkan untuk melakukan peregangan sebelum berolah raga, namun sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa peregangan sebelum berlari kemungkinan olahraga yang Anda lakukan tidak akan memberikan manfaat.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di 'Journal of Strength and Conditioning Research' menemukan bahwa peregangan sebelum berlari membuat kondisi tubuh si perlari kurang efisien sehingga perlari tidak akan maksmimal dalam berlari dan tidak mampu berlari terlalu jauh. Coba lakukan pemanasan dengan berjalan-jalan kecil untuk menggerakkan persendian Anda sebelum Anda berlari. Lalu pastikan Anda melakukan peregangan setelah berlari.




4. Perempuan menjadi lebih lemah

Bagi Anda yang melakukan fitnes agar tetap bugar dan langsing, sebuah penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki kelemahan dalam satu aspek saat berolahraga - meningkatkan kekuatan tubuh. Faktanya, sejumlah penelitian menemukan bahwa perempuan menjadi lebih lemah daripada sebelumnya, sebagian dikarenakan banyak dari mereka yang sepenuhnya fokus untuk menurunkan berat badan bukan meningkatkan kekuatan tubuh.

Anggapan bahwa dengan memiliki otot perempuan tidak terlihat feminin juga merupakan faktor utama berkurangnya kekuatan tubuh para perempuan. Namun, bagi Anda yang tidak menyukai memiliki otot yang dapat dilihat orang lain, kekuatan otot yang lemah memiliki banyak implikasi terhadap kesehatan kita, di antaranya meningkatnya resiko osteoporosis dan nyeri pada punggung serta persendian.



5. Olah raga berat pada pagi hari membuat sakit.

Meskipun olahraga secara rutin sangat bermanfaat bagi tubuh, sebuah penelitian menunjukkan bahwa burung hantu yang aktif pada malam hari lebih sehat dibandingkan burung yang aktif pada pagi hari. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Brunel University, Middlesex, menemukan bahwa olahraga berat pada pagi hari berdampak pada sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan atlet berada pada risiko terjangkit bakteri dan virus. 

Meskipun jogging pada pagi hari kemungkinan tidak akan membuat Anda berada pada risiko terinfeksi penyakit berbahaya - malah bagus untuk memulai hari Anda - sebaiknya Anda melakukan olahraga berat pada lain waktu.



6. Hasil berbeda antara Perempuan dan pria 
 

Olahraga merupakan kegiatan yang sangat bagus untuk dilakukan oleh sepasang kekasih, namun ada satu hal yang kurang baik bagi perempuan yaitu melakukan olahraga yang serupa dengan pasangan Anda. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of Missouri menunjukkan bahwa perempuan dan pria memeroleh hasil yang berbeda dari berolahraga dan diet.

Perempuan perlu melakukan lebih banyak olahraga dan lebih memperhatikan diet mereka untuk memeroleh hasil yang sama seperti pria. Berolahraga dengan pasangan Anda merupakan cara yang bagus untuk memotivasi diri Anda untuk tetap berolahraga, namun upayakan Anda mengatur olahraga yang Anda lakukan untuk memeroleh hasil yang Anda inginkan.



7. Suami-istri lebih sedikit olahraga

Meskipun pernikahan memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan, penelitian menunjukkan bahwa mereka yang masih lajang memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk berolahraga secara rutin. Sebuah poling yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Inggris menemukan bahwa hanya 27 persen orang dewasa yang diwawancarai melakukan aktivitas fisik selama 150 menit per pekan seperti yang direkomendasikan dan 76 persen pria dan 63 persen wanita dari jumlah tersebut sudah menikah.

Para peneliti menyimpulkan bahwa hal ini dikarenakan bahwa mereka yang sudah menikah tidak terlalu memperdulikan tubuh mereka ketika mereka merasa nyaman berada dengan pasangannya.






 


Sumber:
plasa.

Sering Berjemur Bisa Mengatasi Darah Tinggi

Bagi yang berpotensi atau sudah menderita tekanan darah tinggi sering-seringlah berjemur di pagi hari. Jangan takut panas dan kulit menjadi hitam. Ini untuk kesehatan, kok.

Dari hasil riset para peneliti di University of Edinburgh, Inggris, berjemur di bawah sinar matahari pagi bisa membantu menurunkan tekanan darah. 
 
 
Peneliti percaya sinar ultraviolet memicu penyimpanan nitrogen dalam tubuh, yang lalu masuk ke aliran darah. Efeknya, akan membuat relaksasi di pembuluh darah dan menurunkan tekanan.

Sebanyak 24 orang dilibatkan dalam penelitian ini. Mereka diminta untuk berjemur selama 20 menit di bawah tanning lamp, yang kadar cahayanya bisa diatur. Hasilnya, level tekanan darah mereka menurun.

"Meskipun bisa menurunkan tekanan darah, tapi jika berjemur di bawah sinar matahari langsung sebaiknya gunakan perlindungan. Oleskan dulu krim yang mengandung sun protection formula untuk mengurangi risiko kanker kulit," kata Nina Goad, dari British Association of Dermatologists.

Anda bisa berjemur sekitar pukul 06.00 pagi. Bisa sambil lari-lari kecil nikmati hangatnya sinar matahari. Lakukan saja secara teratur. Tak hanya bisa menurunkan tekanan darah tapi juga memenuhi kebutuhan tubuh Anda akan vitamin D.




 
 
 
 
Sumber:
viva.

Oh, Begini Proses Pembentukan Kanker

Kanker adalah penyakit yang ditakuti karena keganasannya. Namun, kanker bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu singkat. Perlu proses yang cukup panjang untuk merubah sel normal menjadi sel kanker. Dengan mengetahui proses pembentukannya dan faktor-faktor yang memicunya, diharapkan kamu bisa melakukan pencegahan.

Tubuh kita terdiri badan dan anggota badan yang dihubungkan oleh pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh limfa. Anggota badan tersusun dari sel-sel yang berukuran sangat kecil ( seperseratus mili meter ), yang memiliki bentuk hampir sama, namun memiliki fungsi yang berbeda.


Seperti sel darah putih, yang berfungsi melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah. Keping darah berfungsi untuk membekukan darah supaya tidak terjadi pendarahan.

Didalam sel terdapat organel yang salah satunya, adalah inti sel yang berisi gen atau DNA. DNA adalah materi genetika yang dikenal sebagai pembawa sifat keturunan. Kanker berasal dari satu sel gen yang mengalami kerusakan.

Sel gen yang mengalami kerusakan dapat menjadi liar dan berkembang tanpa henti, sehingga dari satu sel menjadi jutaan sel dan membentuk jaringan baru. Jaringan baru itu disebut tumor atau kanker.

Gen dalam sel ada yang disebut gen kanker ( oncogen ), gen penekan tumor ( tumor suppressor gen ), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker.

Kerusakan pada materi gen atau biasa disebut sebagai mutasi gen dapat terjadi melalui beberapa cara, baik internal maupun eksternal.



 
Faktor InternalTerjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru.

Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini.

Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah.

Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. Menurut WHO, 10% – 15% kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85%, disebabkan oleh faktor eksternal.

Jadi, sekalipun tidak 100%, sebenarnya kanker dapat kita cegah atau hindari dangan menghindari faktor eksternal.

 

Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan berasal dari bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan, maupun bahan kimia yang berasal dari polusi.
 
 
Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan.

Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong, mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren, amin heterosoklik, dioxin, dll.

Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun, misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan, sangat erat hubungannya dengan kanker hati.

Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker.

Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh, dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh, yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel.





 


Sumber:
kisahbagus

Perhatikan 10 Tanda Obesitas ini

Jumlah penderita obesitas di Indonesia terus meningkat. Dari hasil studi, 67 persen penduduk Jakarta memiliki berat badan yang beresiko. Walau riset ini masih bermuatan lokal, setidaknya mewakili problem obesitas di kota-kota besar negeri ini.

Obesitas bukan sekadar kelebihan berat badan, lantaran ini adalah penyakit. Kondisi ini umumnya akan diikuti beberapa gangguan kesehatan lainnya. Penyebab obesitas adalah lemak yang berlebihan. Saat lemak menjadi berlebih, maka seseorang menjadi gemuk. Nah, ketika badan sudah menggemuk, hati-hatilah sebab kondisi ini merupakan peringatan obesitas.


Berikut ini tanda-tanda obesitas yang perlu diperhatikan seperti dikutip dari Boldsky.


1. Berat Badan Meningkat Tidak Jelas
Beberapa orang mungkin mengeluh badannya cepat sekali melar. Hanya minum air saja bahkan bisa menambah berat badan. Hal ini bisa terjadi karena obesitas. Jika berat badan tidak sebanding dengan asupan kalori, maka seseorang sangat mungkin menjadi gemuk.

2. Selulit
Selulit merupakan akumulasi lemak dalam bagian tubuh tertentu seperti perut, lengan, paha, dan sebagainya. Selulit menyebabkan perubahan warna dan tekstur kulit. Bisa jadi Anda akan mengalami stretch mark karenanya.

3. Sakit Lutut
Jika Anda mengalami sakit lutut seiring bertambahnya berat badan, hati-hatilah. Sakit pada lutut ini terjadi lantaran tekanan berat badan.

4. Varises
Varises adalah kondisi di mana pembuluh darah di bawah kulit pecah. Kondisi ini tidak selalu terjadi karena obesitas, tapi berat badan yang berlebihan meningkatkan risiko varises.

5. Kolesterol
Obesitas secara alami terkait dengan gaya hidup yang sangat tidak sehat. Ketika kebiasaan makan tidak sehat, kolesterol berbahaya akan terakumulasi dalam tubuh dan memblokir arteri.

6. Sulit Bernapas
Ketika terlalu banyak lemak di dada, maka akan memberikan tekanan pada paru-paru. Itu sebabnya, Anda mungkin merasa sesak napas setelah melakukan latihan fisik ringan.

7. Sakit Jantung
Kolesterol dan penyumbatan jantung adalah efek samping dari obesitas. Ketika terlalu banyak lemak dalam jantung, maka hal itu membuat proses memompa darah menjadi sulit. Stroke, serangan jantung dan tekanan darah tinggi merupakan masalah umum penderita obesitas.

8. Menstruasi Tak Teratur
Bagi wanita, obesitas dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur. Hal itu terjadi karena terlalu banyak lemak disimpan di sekitar rahim dan ovarium.

9. Kelelahan
Ketika Anda begitu gemuk, untuk bergerak saja butuh upaya besar. Itulah sebabnya gerakan kecil saja bisa membuat Anda lelah. Anda bahkan merasa lesu sepanjang waktu.

10. Diabetes
Diabetes dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dalam tubuh karena obesitas atau gaya hidup yang tidak sehat. Tapi biasanya diabetes muncul seiring dengan obesitas.






 

Sumber:
kompas.


Bahaya Kesehatan yang Mengintai di Balik Nikmatnya Mie Instan

Mi instan sudah menjadi makanan yang umum di Indonesia, terutama bagi anak kos. Cara masak yang mudah dan rasa yang nikmat membuat makanan cepat saji ini digemari banyak orang. Tapi jangan keseringan, karena ada bahaya kesehatan yang mengintai di balik nikmatnya semangkuk mi instan.


Mi instan memang bisa meredam rasa lapar, tapi makanan cepat saji ini tidak bisa menggantikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Ditambah lagi dengan bumbu buatan dan pengawet kimia, yang semakin membahayakan kesehatan tubuh.

Berikut beberapa bahaya kesehatan yang mengancam bila Anda terlalu sering makan mi instan, seperti dilansir Boldsky:

1. Terganggunya penyerapan nutrisi
Mi instan dapat menghambat kemampuan anak di bawah 5 tahun untuk menyerap nutrisi. Setelah sering mengonsumsi mi instan, banyak anak-anak balita mengalami kesulitan menyerap nutrisi dari makanan yang tepat.

2. Kanker
Selain dengan bungkus plastik, ada juga mi instan yang dikemas dengan bungkus yang mengandung styrofoam dan bisa langsung diseduh. Padahal styrofoam dikenal sebagai agen penyebab kanker.

3. Keguguran
Sejumlah wanita hamil yang makan mi instan selama kehamilan mengalami keguguran. Hal ini karena kandungan bumbu dan pengawet pada mi instan dapat mempengaruhi perkembangan janin.

4. Gangguan metabolisme
Konsumsi mi instan jangka panjang dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Hal ini disebabkan akumulasi dari zat-zat kimia beracun seperti pewarna makanan, pengawet dan aditif dalam mi.

5. Kerusakan organ
Mi instan mengandung propylene glycol, bahan anti-beku yang mencegah mi dari pengeringan dengan mempertahankan kelembaban. Tubuh menyerap zat tersebut dengan mudah dan terakumulasi di jantung, hati dan ginjal. Hal ini menyebabkan kerusakan dan kelainan organ, dan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

6. Gangguan pencernaan
Mi instan dapat mengganggu sistem pencernaan. Konsumsi lanjutan dari mi instan mengakibatkan kembung, sembelit atau tidak teraturnya gerakan usus.

7. Obesitas
Mi instan adalah salah satu penyebab utama obesitas. Hindari mi instan karena mengandung sejumlah besar lemak dan natrium yang menyebabkan retensi air dalam tubuh.

8. MSG
Monosodium glutamate (MSG) digunakan untuk meningkatkan rasa mi. Sekitar 1-2 persen dari populasi alergi terhadap MSG. Ketika orang-orang yang alergi terhadap MSG mengonsumsinya, maka akan dapat menyebabkan rasa terbakar, panas di dada, kemerahan pada wajah, atau nyeri dan sakit kepala.

9. Tinggi natrium
Mi instan juga mengandung jumlah natrium yang tinggi. Kelebihan konsumsi natrium bisa menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan ginjal. Jadi, hindari konsumsi mi instan berlebihan.

10. Junk food
Mi instan hanya dapat dianggap sebagai junk food dan tidak pernah menggantikan makanan bernutrisi. Hal ini karena mengandung sejumlah besar karbohidrat tetapi tidak ada vitamin, mineral atau serat. Mi instan juga mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans. Ini padat kalori dan memberikan efek negatif pada kesehatan.

Sumber :
health.detik.com

Pemiliknya Merokok, Hewan Peliharaan pun Bisa Kena Kanker

Bahaya kesehatan pada perokok pasif sudah banyak dibahas oleh ahli kesehatan. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa rokok juga bisa membahayakan hewan peliharaan. Kucing dan anjing yang pemiliknya merokok dua kali lebih mungkin mengembangkan beberapa jenis kanker.

http://images.detik.com/content/2013/06/07/763/160023_anjingrokokts.jpg

"Sebagai pemilik hewan peliharaan, saya tahu bagaimana pentingnya memiliki mereka. Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa merokok di sekitar hewan peliharaan akan mempengaruhi kesehatannya," kata Val Mills, pemimpin tim Buckinghamshire SmokeFree Support Service, seperti dilansirDaily Mail.

Anjing yang terpapar asap rokok jauh lebih mungkin mengembangkan kanker hidung dan paru dibandingkan anjing yang tidak terpapar asap rokok. Tak hanya hewan berkaki empat, hewan-hewan kecil dan burung juga dapat terpengaruh karena sangat sensitif terhadap asap.

Penelitian sebelumnya, oleh Tufts University, Boston, Amerika Serikat, juga menemukan bahwa kucing yang hidup dengan perokok dua kali lebih mungkin mengembangkan Feline Lymphoma, kanker darah dan sistem kekebalan tubuh yang cukup serius.

Sebelum adanya penelitian tersebut, hal itu dianggap jenis kanker yang disebabkan oleh virus feline leukemia. Tetapi hasilnya menunjukkan bahwa paparan faktor lingkungan, seperti asap rokok pasif, telah menghancurkan konsekuensi bagi kucing.

Hal ini bisa terjadi karena kucing menelan debu terkontaminasi, jelaga, abu dan juga nikotin yang menempel di bulunya. Mills juga memperingatkan bahwa perokok harus menyadari bahaya hewan peliharaan yang sengaja menelan puntung rokok. Dia mengklaim kondisi ini dapat menyebabkan keracunan, yang dalam kasus parah bisa berakibat fatal.

Namun, pemilik yang merokok bukanlah satu-satunya yang membuat kesehatan hewan peliharaan berisiko. Sebuah studi oleh Association for Pet Obesity Prevention and Mars Incoporated’s Banfield Pet Hospital mengungkapkan bahwa setengah dari kucing dan anjing di Amerika Serikat kelebihan berat badan atau obesitas karena kebanyakan makan dan tidak diberi cukup berolahraga oleh pemiliknya.

Akibatnya, hewan peliharaan lebih cenderung untuk mengembangkan kanker, diabetes, arthritis, dan gagal ginjal, layaknya manusia yang kegemukan.

Sumber :
health.detik.com

8 Mitos Seputar Batuk dan Jawabannya

Saat menderita batuk, seringkali kita dihadapkan pada berbagai opini dari keluarga atau teman. Misalnya, jangan minum obat batuk sirup kalau harus bekerja karena bikin ngantuk. Jangan banyak menyantap makanan yang asam, menambah parah batuk. Bila batuk tak sembuh-sembuh jangan-jangan TBC.

Berbagai mitos tersebut tentu ada jawabanya. Dikutip dari Health India, inilah 8 mitos dan faktar seputar batuk yang wajib diketahui.
 


 
1. Semua Batuk Disebabkan Infeksi

Fakta: tidak benar semua batuk disebabkan infeksi. Ada banyak alasan yang menyebabkan seseorang menderita batuk.

Dr Mandar Kubal, Direktur Infectious Diseases & Pulmonary Care Pvt Ltd mengatakan batuk bisa disebabkan oleh sesuatu yang sederhana seperti virus yang umum terdapat di sekitar manusia, serta infeksi bakteri yang menyebabkan pneumonia. Gastro esophageal reflux disease (GERD) juga bisa menyebabkan batuk kronis, dan pada kasus yang jarang batuk pun bisa terjadi akibat gagal jantung.

2. Setiap Batuk Memerlukan Antibiotik

Fakta: Menurut Dr Mandar Kubal, kebanyakan batuk disebabkan oleh virus sehingga mengonsumsi antibiotik tidak akan banyak membantu. Meskipun ada bakteri yang menyebabkan tenggorokan sakit dan berkaitan dengan batuk, namun mengonsumsi antibiotik tanpa resep akan lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya. Biarkan dokter yang memeriksa Andalah yang memutuskan apakah Anda perlu minum antibiotik atau tidak.

3. Batuk Punya Masa Sendiri

Fakta: Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan. Batuk juga merupakan upaya membersihkan lendir yang disebabkan infeksi atau iritasi. Dalam beberapa kasus, pengobatan rumahan memang bisa meringankan batuk.

Jangan biarkan batuk berlarut-larut karena meyakini batuk punya masa sendiri. Jika batuk terasa begitu menyiksa dan berlangsung dalam waktu lama, cara paling bijaksana adalah dengan mengunjungi dokter.

4. Batuk yang Lama Pasti TBC

Fakta: Tidak setiap batuk adalah tuberkulosis. Dr Gyanshankar Mishra, seorang pulmonologis, menekankan ada penyebab lain batuk kronis seperti pneumonia, penyakit paru kronis atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD), asma, ILD (penyakit paru-paru interstitial), kanker paru-paru, dan lain-lain

5. Sup Hangat Bisa Mengobati Batuk

Fakta: Kebanyakan batuk disebabkan oleh infeksi atau merupakan gejala dari suatu kondisi kesehatan lainnya. Karena itu menurut Dr Mandar, sup atau air hangat mampu melegakan tenggorokan dan mengurangi iritasi tetapi tidak dapat menyembuhkan infeksi.

6. Makan Makanan Asam Dapat Menyebabkan Batuk

Fakta: Dr Mandar menjelaskan tidak ada bukti yang mendukung pendapat bahwa mengonsumsi makanan asam dapat menyebabkan batuk. Meskipun demikian ada kemungkinan makanan asam menimbulkan iritasi ringan di tenggorokan.
 

7. Semua Obat Batuk Sirup Menyebabkan Kantuk

Fakta: Hanya sirup obat batuk yang mengandung bahan aktif seperti antihistamin, termasuk chlorpheniramine-lah yang menyebabkan kantuk. Sedangkan obat batuk berformulasi baru dengan kandungan aktif semacam dextromethorphan tidak menyebabkan kantuk.

8. Semua Obat Batuk Sirup Itu Adiktif

Fakta: Kebanyakan obat batuk tidak adiktif. Meskipun ada beberapa yang mengandung kodein, sehingga memiliki potensi adiktif. Karena itu waspadalah terhadap munculnya gejala kecanduan, terutama pada remaja.





 



Sumber:
detik

Tidur Normal Bisa Menurunkan Berat Badan

Bagi yang belum tahu, tentu mengejutkan bila tidur yang sehat bisa menurunkan berat badan. Bagaimana itu bisa terjadi? Beberapa penelitian dilakukan untuk mengamati apa yang terjadi selama seseorang tidur.

Misalnya saja sebuah studi di Universidad Federal Sao Paolo, menilai 14 pria sehat yang terbaring di tempat tidur dengan skala built-in selama 16 jam. Subjek tidak buang air kecil atau buang air besar selama periode penilaian. Hasilnya, ditemukan subjek telah kehilangan 1,9 gram per menit selama delapan jam tidur selama seminggu.


Penelitian lainnya juga dilakukan di University of Chicago dan Stanford University yang menghubungkan kurang tidur dengan meningkatkan berat badan. Penelitian pertama meneliti kadar leptin dan ghrelin pada 12 pria sehat, serta hubungannya dengan tingkat nafsu makan mereka. Hasilnya, ditemukan bahwa kurang tidur dapat memicu kenaikan berat badan, sementara pola tidur yang normal dapat memastikan berat subjek tetap sama.

Dari dua studi di atas, terlihat hubungan antara jam tidur dan berat badan seseorang. Selain itu banyak lagi penelitan lainnya. Nah, sekarang bagaimana hubungan tidur dengan berat badan? Ada tiga cara yang memungkinkan berat badan bisa turun karena tidur yang sehat, yakni:

1. Respirasi

Berat badan yang hilang selama tidur adalah berat air yang hilang melalui pernapasan dan keringat. Paru-paru seseorang membutuhkan kelembaban untuk melaksanakan fungsi tubuh, sehingga udara yang Anda keluarkan melalui napas berisi air yang menyebabkan penurunan berat badan. Tapi berat badan biasanya akan kembali naik setelah Anda minum di pagi dan siang hari.

2. Keringat

Rata-rata orang kehilangan o,4-0,6 kg air dengan berkeringat saat tidur di malam hari. Jika kamar tidur hangat atau Anda mengenakan pakaian tebal dan selimut, Anda mungkin kehilangan lebih banyak keringat dan berat saat tidur.

3. Metabolisme tidur

Kalori dibakar saat tidur untuk mempertahankan fungsi berbagai organ seperti jantung, paru-paru, otak dan organ lainnya. Ketika Anda tidur, denyut jantung dan pernapasan mulai menurun, serta kerja sistem pencernaan melambat.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Metabolism menunjukkan bahwa perempuan normal membakar sekitar 512 kalori saat tidur dan laki-laki membakar sekitar 736 kalori dalam tidur seminggu (8 jam tidur sehari-hari).

Rata-rata tingkat metabolisme basal (basal metabolic rate atau BMR) untuk perempuan berada di sekitar 80 kalori per jam, sedangkan BMR untuk laki-laki adalah 115 kalori per jam.

Atas dasar temuan pada metabolisme tidur, seorang perempuan rata-rata kehilangan 0,45 kg berat badan selama seminggu ketika tertidur, sedangkan pria kehilangan 0,45 kg setiap lima hari.







 

Sumber:
detik